Thursday, August 12, 2010

Marhaban Yaa Ramadhan

Marhaban yaa Ramadhan..
Slalu ada berkah di bulan Ramadhan, bulan yang slalu dinanti-nantikan oleh setiap kaum muslimin. Dlalu ada berkah dibulan ini, bulan yang pernuh rahmat, yang bahkan terasa punya harum tersendiri yang sangat dirindukan..
Di bulan yang penuh berkah ini, banyak yang memanfaatkannya untuk menjajakan makanan untuk berbuka dan sahur, itu sebabnya jika sudah pukul lima sore, banyak yang menjajakan makanan dipinggir-pinggir jalan, bahkan ada juga yang menjadi pasar dadakan. Smuanya menjadi berkah tersendiri, kita dapat menemui aneka makanan n jajanan yang jarang kita temui jika bukan dibulan Ramadhan, seperti kolak, asinan, dll. Sampai-sampai ada pedagang kelapa yang mengaku bahwa ia bisa mendapat keuntungan sampai enam kali lipat, waah..
Subhanallah.. ^_^


ini dia setitik gambaran saat sahur..



kaya gini nii jadinya kalo ada pasar dadakan.. tapi seru kan?? jadi bingung mu milih makanan apa.. hehe. .

Naah seperti inilah kira-kira gambaran suasana sore hari menjelang magrib di jalan-jalan.. ^_^

Sunday, August 08, 2010

Terima Kasih Ibu


Dari tanggal 02-08-10 aku praktek di Rs.Pasar Rebo, n di minggu awal ini kebagian di ruang bayi. Berkelit dengan banyak bayi di ruangan ini nembuatku berfikir, gimana ya kalo nanti aku punya anak? akankah dia se lucu ini? akankah dia sepandai n sesempurna ini? gimana nanti pergaulannya? pendidikannya? masa depannya?
waa.. >,<


Lalu sejenak aku berfikir, calon lakinya aja belum ada, tapi fikiran ku sudah berandai2 jauh.. ga sadar kalo saat ini aku pun masih dianggap anak kecil oleh kedua orang tuaku, meski umurku telah 20th. Sekilas melihat kebelakang, ya ampuun.. betapa nakalnya diriku, pasti orang tuaku sangat kerepotan mengurusku. bisa ga ya nanti aku ngurus anak ku kalo anaknya nakal kaya aku.. ibu ayah.. makasih ya..slama ini udah ngurus rika dengan baik.. ya Allah.. berikan ia tempat terindah ya pada saatnya nanti.. amiin..

Friday, July 16, 2010

Bertengkar itu I.N.D.A.H

buat posting yang sekarang, cuma pengen share note orang dari fb aja nii.. soalnya topiknya menarik banget.. ^_^ judulnya 'Bertengkar Itu Indah' cekidot..!

Bertengkar adalah fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga. Kalau seseorang berkata, "Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya!" kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristri, dan atau ia tengah berdusta. Yang jelas kita perlu menikmati saat-saat bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi saat-saat tidak bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja diantarkan dalam muatan emosi. Kalau tahu etikanya, dalam bertengkar pun kita bisa mereguk hikmah. Betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan-pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi. Ketika akan menikah, cobalah untuk memikirkan dan merancang masa depan kehidupan berumah tangga. Satu hal yang jangan sampai terlupa adalah, merumuskan apa yang harus dilakukan jika bertengkar. Beberapa poin di bawah ini barangkali bisa menjadi "ikatan pengertian" di saat bertengkar. Kalau bertengkar tidak boleh berjamaah. Cukup seorang saja yang marah marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjamaah. Seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika Anda marah dan dia mau menyela, segera Anda katakan, "STOP! ini giliran saya!" Begitupun jika giliran dia yang marah, jangan ikut ambil bagian. Katakan dalam hati, "Guh kekasih, bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka demi kelegaan perasaanmu itu aku menunggu...."

Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah usang. Siapa pun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapa pun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan dan bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang Pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangun. Kalau saya terlambat pulang dan ia marah, maka kemarahan atas keterlambatan itu sekeras apa pun kecamannya, adalah "ungkapan rindu yang keras". Tapi bila itu dikaitkan dengan seluruh keterlambatan saya, minggu lalu, awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh. Bila teh yang disajinya tidak manis, sepedas apa pun saya marah, maka itu adalah "harapan ingin disayangi lebih tinggi". Tapi kalau itu dihubungkan dengan kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya dengan saya," maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups! saya telah membunuhnya, membunuh cintanya. Padahal kalau cintanya mati, siapa yang susah?

Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga! Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa waktu, tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya. Dan konsep Quran, seseorang itu tidak menanggung kesalahan pihak lain (QS.53:38-40). Saya tidak akan terpancing marah bila cuma saya yang dia marahi. Tapi kalau ibu saya diajak serta, jangan coba-coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapa pun di dunia ini selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain ke kancah "awal cinta yang panas ini". Kata ayah saya, "Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak." Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari maafnya dari pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..." Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usah ditambah tambah dengan memusuhi mertua!

Kalau marah jangan di depan anak anak! Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita. Karena itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tua nya bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela ayah, bagaimana ibunya? Membela ibu, tapi itu kan bapak saya. Misal, ketika anak mendengar ayah-ibunya bertengkar: Ibu : "Saya ini capek, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datang main suruh begitu, memang saya ini babu?!" Bapak : "Saya juga capek, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu. Saya datang hormatmu tak ada, memang saya ini kuda?!" * Anak : "Yaaa ... Ibu saya babu, Bapak saya kuda ....terus saya ini apa?" Kita harus berani berkata : "Hentikan pertengkaran!" ketika anak datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata bahasa hati kita?

Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat! Pada setiap tahiyyat kita berkata, "Assalaa-mu 'alaynaa wa 'alaa'ibaadilahissholiihiin, " Ya Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba hambamu yg sholeh.

Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai-Nya, padahal nyawamu di tangan-Nya.

OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis Maghrib harus terbukti lho itu janji dengan Ilahi. Marahlah habis Subuh, tapi jangan lewat waktu Zuhur, Atau maghrib sebatas Isya... Atau habis Isya sebatas..? Nnngg... Ah kayaknya kita sepakat kalau habis Isya sebaiknya memang tidak bertengkar...

Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah "proses belajar untuk mencintai lebih intens" ternyata ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki.

___ Semoga bermanfaat.. ^_^ ___

Monday, June 28, 2010

Journey in Tidung Island

Duh, beruntungnya diriku punya teman yang rumahnya disalah satu kepulauan seribu, jadi aku bisa maen kesana deh rame2. Berangkat dari tanggal 25 Juni sampai tanggal 27 Juni. Hmz.. seru abis deh! tanpa panjang lebar, yuk kita liat petualangan aku dan teman2 di pulau tidung!
Cekidot!!

Naah.. ini dia gambaran kecilnya dari pulau tidung.. bagus kan?? Subhanallah ya.. ^ ^ Alhamdulillah Rika diizinin wat nikmatin keindahan yang ada disana.. :)

wat keliling pulaunya, kita cukup pake sepeda aja nii.. ga mahal kok ^ ^

disini, penduduk aslinya kalo mau renang sukanya dari atas jembatan ini, jadi biasanya para wisatawan yang datang ga mau kalah deh pengen cobain juga.. hihihihiii...

ini nii acara intinya kita, SNORKELING! yeyey!!
seneng banget deh, pengalaman yang ga mungkin bisa terlupakan.
bisa intip2 ikan yang cantik2, bintang laut, terumbu karang,
waah.. pokoknya semua penghuni laut deh!
ya walaupun kaki harus luka-luka juga karna nginjek karang, tapi gpp deh!
terbayar semuanya dengan keindahan yg ada.. ^_^

liat nii pe dapet Bintang laut kan??
waah gimana ga seneng?? ^_^


sedikit narsis boleh donk, sambil nikmatin pemandangan yang Subhanallah ini.. ^_^

hihii.. ga lengkap rasanya kalo udah nyampe pantai, tapi ga sempet corat-coret.. ^_^
tapi ini kan corat-coret ga permanen, jadi ga bakal ngerusak lingkungan kan?
hihihihiii..

Naah.. segitu dulu ya posting Rika kali ini, kapan-kapan disambung lagi..
bye bye,,
:*









Wednesday, June 23, 2010

“Tuhan-ku yang sangat aku kasihi, kekasih-Mu yang kecil ini sedang bersedih.
Hatiku yang lemah ini tenggelam ragu, jantungku gemetar takut, tubuhku meleleh letih, dan tangisku mencekat nafasku.
Aku yakin Engkau tersenyum melihatku tak sabar menanti penyelamatan-Mu.
Tuhan-ku, tolonglah aku. Keluarkanlah aku dari derita ini. Tidurkanlah aku, indahkanlah mimpiku, dan bangunkanlah aku dalam kedamaian. Amien.”
Mario Teguh
Ya, kutipan kalimat diatas memang yang sekarang aku alami. Ya Allah.. rangkulah aku kembali.. sungguh hanya Engkau yang dapat menguatkanku. Aku tau ini jalan yang sangat terbaik untukku. Bantu aku melaluinya ya Allah.. Aku tau rencana-Mu jauh lebih indah. Sungguh ku tak mau terlalu berlarut dalam kesedihan ini. Aku tau smua ini proses pendewasaan bagiku.
Sibukan aku dengan kegiatan yang positif ya ya Allah..
Sungguh hanya pada-Mu aku memohon..
Prcaya tidak percaya, kini hatiku sudah tentram, sungguh dahsyat kuasa-Mu.
Subhanallah... ^^